-->

TENTANG BLOG

"Blog Tentang Pertanian baik pertanian tanaman pangan, hortikultura atau perkebunan, peternakan, perikanan, atau bertani di pekarangan rumah/ urban farming, hidroponik, vertikultur, minaponik, dll"

ARTIKEL TERBARU

By Kartono Farmer (085745135415). Diberdayakan oleh Blogger.
Petani Kalitengah Study Tiru di Sentra Bawang Merah GLOWING Imogiri Bantul

On Mei 18, 2022

Yogya (18/5) - 46 petani Kalitengah yang tergabung dalam asosiasi Gapoktan sumber makmur mengikuti Study Tiru budidaya bawang merah di Nawungan Selopamioro Imogiri Bantul Yogyakarta. Peserta disambut Perakilan dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, PPL Pendamping, Ketua Kelompok tani Lestari Mulyo dan anggota. 

Sudarto, Koordinator BPP Kalitengah menyampaikan maksud kunjungan studi tiru untuk menimbah ilmu tentang budidaya bawang merah, karena tingginya tingkat serangan tikus mengakibatkan gagal panen padi. Petani kalitengah berencana membuat inovasi dengan menanam komoditi yang tidak diserang tikus. Salah pilihannya adalah komoditi bawang merah. 

"Peserta studi tiru ini ada 46 orang petani dan pengurus asosiasi Gapoktan sumber makmur. Sepulang dari studi tiru ini kami berharap bisa diterapkan di Lamongan", terang Sudarto.

"Saya berharap silaturahim petani dan petugas dari Lamongan dan Bantul ini tetap terjalin selepas acara ini," lanjutnya. 

Lukito, PPL Imogiri mengutarakan bahwa, 70% wilayah Nawangan ini pegunungan dan 30% dataran rendah. 

"Bawang merah di Nawangan ini dinamakan bawang merah GLOWING yang merupakan singkatan dari gede, ngemeske, berwawasan lingkungan. Hal ini sebagai brand bawang merah diwilayah ini," terang Lukito.

"Apa yang disampaikan petani kami silahkan di Amati, tiru dan modifikasi. Lahan disana berbeda, maka harus dimodifikasi disesuaikan dengan wilayah Kalitengah. 


Ketua kelompok Lestari Mulyo, Pak Jauhari atau lebih akrab dipanggil Mbah Jauhari bercerita bahwa awalnya daerah disini marjinal, susah air, kemudian punya keinginan ada tanaman di musim kemarau. Alhamdulillah saat ini ada tanaman, bahkan  sepanjang tahun tidak pernah berhenti tanam. 

"Pola tanamnya padi, sayuran, bawang merah. Umur bawang merah sangat pendek cuma 2 bulan, sehingga perputaran uang juga cepat," terangnya.

Saat ini petani kami diperhatikan berbagai pihak dengan dibuatkan gedung pembibitan, embung, dan sistem pengairan. Setiap petak ada embungnya untuk memanen air hujan. 

Awalnya yang menanam bawang merah 6 orang, Saat ini sekitar 143 petani dewasa dan 43 petani milenial. Keunggulan bawang merah disini adalah ramah lingkungan, walaupun belum bisa meninggalkan pestisida, tetapi sudah menerapkan pupuk organik dan membuat pupuk organik sendiri.

Setiap 1000 meter, biayanya 13,5 juta, kemudian hasilnya rata-rata 18-20 ribu per kg sehingga diperkirakan mendapatkan hasil 20 juta rupiah. 

Proses budidayanya lain daripada yang lain, bedengan dibuat malang, pengairan dengan Sibel dan penyiraman menggunakan smart farming, yaitu mengontrol penyiraman dengan menggunakan HP. 

Ada beberapa kendala, yaitu hama dan penyakit, gulma dan musim hujan lebat. Salah satu kelemahannya adalah kurangnya tenaga kerja. 

Kalau tanam bawang merah ini harus tahan banting, nggak boleh kapok, kalau gagal ya bangkit lagi. 

Pada umur 20 biasanya kuning, stagnasi karena menghabiskan umbi lama dan membuat umbi baru. Tanam umbi kecil hasilnya anakan besar, kalau Tan umbi besar nanti hasil anakannya kecil-kecil. Tapi masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri. 

Mbah Jauhar memberikan resep cara Membuat organik yang diterapkan seminggu 2 kali. Bahan-bahannya adalah:
1. Tetes tebu, 
2. cucian beras pertama dan 
3. urine kelinci 
Kemudian difermentasi dengan bioaktivator (Bisa EM4).

Mbah Jauhari mengungkapkan "Kelebihan tanam bawang disini adalah pupuk kandang banyak, tanam bisa bersama. Adapun kelemahannya bibit masih beli dan panennya sistem tebas"

Awali petani Kalitengah, bertanya tentang cara menanam dan jarak tanam bawang merah. Dijawab Mbah Jauhari bahwa jarak tanam 18-20 dan sebelum ditanam ya di potong 1/3 dahulu. 

Melanjutkan menjawab pertanyaan petani Kalitengah, Mbah Jauhari melanjutkan "Bibit itu yang paling baik itu 2,5 bulan di penyimpanan, di sortasi. Masalah tanaman dibawah 20 HST karena bibit, kalau diatas 20 HST karena perlakuan".

Bawang merah itu tahan terhadap tikus, jangankan makan, buat sarang saja tidak sempat, karena setiap hari petani ke sawah. Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalah ulat. Kalau penyakit itu yang sering menyerang itu jamur. 

Bibit 99% dari Brebes, varietas Bima Brebes. Karena kalau bawang dari Nganjuk itu 1 kg digoreng bisa jadi 4 ons, kalau bawang Nganjuk itu hasilnya 3 ons. 

"Bawang merah sangat cocok ditanam di Lamongan. Permasalahannya hanya kalau genangan air, maka bedengannya harus ditinggikan. Lamongan lebih berpotensi menanam bawang merah dari pada di Imogiri karena pengairannya lebih mudah, sehingga biaya lebih murah," pungkas Mbah Jauhari. 


Peserta Study Tiru kemudian diajak ke lahan Bawang Merah untuk melihat kondisi tanaman dan pengairan sistem tetes yang menggunakan smart farming, yaitu penerapan pengairan yang bisa dikontrol dengan HP Android. 

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Pasar Pangan Murah di Kalitengah dibuka Dirjen Serealia Kementan, 2 Jam Ludes Terjual

On April 25, 2022

Lamongan (25/4) - Gelar pasar murah di Kecamatan Kalitengah dibuka langsung Dirjen Serealia Kementerian Pertanian. Pasar pangan murah yang digelar di pendopo kecamatan ini menyediakan 6 Jenis pangan yaitu: Beras, Gula, minyak, bawang putih, bawang merah dan Fiber cream. 

Pasar pangan murah ini sangat diminati warga Kalitengah, nggak sampai 2 jam minyak 2000 liter dan gula 1000 kg ludes terjual. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Ir. Sukriya, MM, menyampaikan, gelar pasar murah untuk meningkatkan produk pangan, diantaranya 12 jenis pangan.

"Saya berharap masyarakat bisa membeli pangan dengan harga murah, dibawah harga pasaran"

Kadis KPP menerangkan, Ketersediaan pangan di Lamongan selalu ada, karena Lamongan salah satu pemasok Beras terbesar se-Jawa Timur dan no. 5 nasional. 

'Semua produk pangan di Kabupaten Lamongan tergolong aman, bahkan ketersediaan sudah surplus, dan semua harganya terjangkau," tambahnya. 

Bu Nalikan mewakili Ketua PKK Kabupaten Lamongan mengatakan, pangan murah ini disubsidi 1000 rupiah, minyak 20.000 menjadi 19.000, gula 13.000 menjadi 12.000. Kita batasi gula maksimal 5 kilo, minyak maksimal 2 kg. 

Membuka acara pasar murah, Dirjen Serealia Kementan RI, Ismail mengatakan, "Pangan tersedia tidak bisa lepas dari produksi yang ada. Hasil ini support dari temen-temen petani yang ada di Indonesia dan peran dari pertaanian yang menjaga stabilitas". 

"Pasar Pangan murah ini memberikan pangan pokok yang lebih murah dari harga pasar," lanjutnya. 

Acara pasar pangan murah ini juga dimeriahkan bazar oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM Kecamatan Kalitengah. Produk yang dijual aneka sayuran hasil pekarangan dan olahan hasil pertanian seperti telur asin, telur asap, kripik, sambal, kerupuk, dan produk lainnya. 


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Bagus Banget Isinya, BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Nggak Baca Rugi! Langsung Download dech!

On September 27, 2020

Bagus Banget Isinya, BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Nggak Baca Rugi !



Daya tahan tubuh tidak hanya mencegah agar tidak mudah terjangkit, namun juga mempercepat penyembuhan dan pemulihan dari sakit. Daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan konsumsi makanan yang bergizi dan sumber komponen bioaktif yang memiliki aktivitas antiviral dan imunomodulator/immune booster. Konsumsi makanan yang kaya vitamin, mineral dan bahan bioaktif bisa berupa makanan pokok seperti beras merah/hitam, sorgum, ubi jalar, kacang-kacangan; berbagai sayur dan buah; produk hewani seperti olahan susu, telur dan madu; maupun makanan dan minuman fungsional asal herbal.

Indonesia kaya akan berbagai jenis bahan pangan kaya gizi dan kaya bahan bioaktif fungsional. Tanaman rempah dan obat (herbal) seperti jahe, kunyit, dan temulawak sebagai minuman untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati berbagai penyakit. Berbagai penelitian in vitro maupun uji klinis dan pra klinis juga telah banyak dilakukan dan membuktikan bahwa komponen aktif dalam tanaman-tanaman tersebut memiliki manfaat pengobatan...

Sampai saat ini vaksin dan obat untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 masih dalam tahap penelitian. Berbagai jenis obat kimia yang telah direkomendasikan dilaporkan belum  efektif dan memiliki efek samping yang tidak ringan. Oleh karena itu ada kebutuhan mendesak untuk mempromosikan alternatif yang aman untuk penanganan Covid-19, diantaranya dengan memanfaatkan bahan tanaman berkhasiat antiviral dan immune booster.

Penaran khan? apa saja Bahan Pangan Potensial yang berguna sebagai  Anti Virus dan Imun Booster? dan manfaatnya.

Selengkapnya silahkan di download  Buku Saku di link berikut:



Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Dikunjungi Pak Camat, Peserta Sekolah Lapang IPDMIP Tambah Semangat

On Maret 13, 2020

Dikunjungi Pak Camat, Peserta Sekolah Lapang IPDMIP Tambah Semangat

Sekolah Lapang IPDMIP atau disingkat SL-IPDMIP 2020 Kecamatan Kalitengah yang dilaksanakan di Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah memasuki Pertemuan ke 4, dengan agenda kegiatan Pengamatan OPT pada petak tetap, Pembahasan OPT dan Pelatihan pembuatan Pupuk Phosphat Organik Cair dan Pupuk Kalium organik cair. Kegiatan dilaksanakan pada Jum'at (13/3/2020), bertempat di Posluhdes atau Pos Penyuluhan Pertanian Desa Pengangsalan, tepatnya berada di sawah lokasi Demplot SL-IPDMIP dilaksanakan.

Pada pertemuan SL-IPDMIP kali ini Bapak Camat Kalitengah bersama dengan Sekcam Kalitengah berkunjung Ke Lokasi Sekolah Lapang. Tentunya suatu kehormatan bagi petani dikunjungi langsung oleh Pak Camatnya, hal ini disambut sukacita oleh seluruh peserta dan pendamping SL-IPDMIP dan memberikan energi semangat yang luar biasa untuk terus mengikuti sekolah lapang ini.
Dalam sambutannya Bapak Camat Kalitengah menyampaikan "Sekolah Lapang petani ini dasarnya adalah Surat Iqro' dalam Al Qur'an, yang diwahyukan oleh Allah SWT pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW yang artinya "bacalah" , dan ini tidak sekedar membaca tetapi dibaca, diamati, dan harus  ditindaklanjuti, jadi ilmu yang diberikan oleh pendamping supaya diterapkan di Lapangan untuk bertani lebih baik lagi".
"Saya sarankan untuk petani jangan memakai pestisida yang berlebihan karena dampaknya itu malah tidak bagus untuk tanah dan ekosistem pertanian", jelas Pak Camat.
"Untuk masalah hama tikus saya harapkan tidak memakai setrum tapi dilakukan gropyokan, dan diusahakan untuk tindak lanjuti dengan mengembangkan Burung Hantu sebagai musuh alami tikus, seperti yang dilakukan petani di Kecamatan Babat yang sudah membuat komunitas sendiri"
Dalam akhir sambutannya pak camat berpesan "selamat mengikuti Sekolah Lapang ini dan tetap semangat"

Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan yel- yel:
Apa Kabar Petani? "Alhamdulillah...Luar Biasa...dahsyat"
Petani Pengangsalan?
"Maju...Mandiri...Modern.."


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Jelang Musim Tanam, Petani Kalitengah Adakan Gerdal Hama Tikus

On Desember 11, 2019

Jelang Musim Tanam, Petani Kalitengah Adakan Gerdal Hama Tikus

Petani Desa Butungan Kecamatan Kalitengah bersama dengan Pemerintah Desa, Muspika, BPP dan POPT mengadakan gerakan pengendalian (Gerdal) serentak Hama Tikus, Selasa (9/12/2019). Gerdal pengumpanan hama tikus ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan kelompok tani Sumber Bahagia Desa Butungan setiap menjelang musim tanam padi.


Gerakan ini merupakan upaya warga Kalitengah untuk menekan perkembangan tikus, agar hasil panennya bisa maksimal. Sebab saat ini hama tikus masih merajalela. Sebagian petani masih ada yang gagal panen, gara-gara serangan hama tikus.

Kepala Desa Butungan mengatakan "Bapak Ibu adalah Sebagai penyangga ekonomi Desa, Karena Mayoritas Penghasilan masyarakat dari Bertani. Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya peran Kelompok Tani Sumber Bahagia dan petani dalam upaya pengendalian Hama Tikus ini. Ini merupakan langkah awal agar hasil panen di Desa Butungan bisa maksimal".

Petugas Popt Kalitengah, Mastur mengatakan, dalam pengendalian Hama Tikus sebenarnya tidak sulit, yang sulit sebenarnya manusianya. Yang paling penting adalah kebersamaan petani dalam gerakan pengendalian, serta perlu dukungan dari berbagai pihak".

Koordinator BPP Kalitengah, Sudarto dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa  gerdal Hama Tikus di Desa Butungan ini merupakan yang pertama di Kecamatan Kalitengah untuk Menjelang musim tanam 2019/2020 ini, selanjutnya akan diikuti gerakan pengendalian Hama Tikus di Desa Dibee, Pengangsalan, Kalitengah, Kediren, Kuluran, Canditunggal dan Sugihwaras. Untuk gerakan pengendalian Hama Tikus ini disediakan sedikit bantuan umpan tikus dari pemerintah, ditambah dengan racun tikus swadaya dari kelompok tani. Harapannya dengan gerakan masal ini hama tikus bisa teratasi.



Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Diklat Agrobisnis Hortikultura Tingkatkan Kompetensi Penyuluh

On November 19, 2019

Diklat Agrobisnis Hortikultura Tingkatkan Kompetensi Penyuluh 


Penyuluh merupakan ujung tombak pejuang pangan di Lapangan. Penyuluh Pertanian berinteraksi langsung dengan petani dengan segala permasalahan yang dihadapi petani. Baik sarana produksi pertanian, benih, hama penyakit, sampai pemasaran hasil pertanian. Ketika tanaman petani diserang hama penyakit, Penyuluh pertanian yang dicari petani.

Badan Kepegawaian Lamongan bekerjasama dengan Dinas pertanian Jawa Timur dan BBPP SDM Ketindan mengadakan Diklat Agrobisnis Hortikultura  yang dimulai Senin (18/11/2019) sampai Sabtu (23/11/2019) yang bertempat di gedung BKD Kabupaten Lamongan lantai 5.


Diklat ini adalah salah satu upaya pemerintah Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya untuk merancang pembangunan dan pengembangan hortikultura secara berkelanjutan.

Menurut Penanggung jawab Diklat, Nurul Misbach Diklat agrobisnis hortikultura ini diikuti 60 orang penyuluh pertanian dari 27 Kecamatan di Kabupaten Lamongan.

"Dengan Diklat Agrobisnis Hortikultura ini bertujuan agar masyarakat mampu mengelola dan mengembangkan SDM hortikultura secara optimal, bertanggung jawab dan lestari, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, selera estetika dan budaya masyarakat terhadap produk dan jasa hortikultura, meningkatkan produksi, produktivitas, kualitas, nilai tambah, daya daing dan pangsa pasar, menyediakan lapangan kerja dan kesempatan usaha", terang Kepala Badan Diklat BKD Lamongan ini.

Kepada Dinas TPHP Lamongan mengharapkan era industri 4.0 ini Penyuluh pertanian harus bisa menguasai teknologi, harus bisa menjelaskan permasalahan petani secara ilmiah, jangan katanya-katanya"

Dalam kesempatan yang sama Kepada BBPP Ketindan juga menjelaskan tentang kebijakan penyuluhan pertanian tahun 2020-2024, diantaranya menjelaskan tentang Konstra tani yang merupakan gebrakan program Kementan saat ini yang basisnya berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan.

"Bahkan BPP Kecamatan akan dilengkapi saran prasarana nya untuk penyuluhan diantaranya komputer, WiFi dan ditambah lagi dengan Drone. Untuk meningkatkan komoditas pertanian yang berorientasi ekspor.


Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Dosen Wageningen University Belanda Kunjungi Petani Mungli Terkait Sistem Minapadi

On Oktober 16, 2019

Dosen Wageningen University Belanda Kunjungi Petani Mungli Terkait Sistem Minapadi


Desa Mungli patut berbangga diri karena pada Senin(14/10/2019) mendapat kunjungan dari 3 Dosen Wageningen University Belanda bersama dengan Dosen Unibraw Malang, Dosen Unmuh Gresik dan puluhan Mahasiswa Unmuh Gresik.

Menurut Penerjemah yang juga Dosen Unibraw Uma Khumairah menyampaikan, Yang datang ini adalah Dosen dari Wageningen University Belanda yang sedang melaksanakan riset tentang dampak perubahan iklim terhadap pertanian. Salah satu tujuan 3 Dosen dari Belanda ini  datang ke Indonesia untuk mengetahui sejauh mana manfaat dan keuntungan dari penerapan sistem minapadi yang diterapkan petani.

"Dosen Belanda ini memang setiap tahun ada program riset diluar negeri selama 4 bulan dan di Danai pemerintahnya. Hasil riset ini akan disampaikan sebagai materi kuliah di Universitas Wageningen Belanda, yang merupakan salah satu Universitas dengan jurusan pertanian terbaik di dunia" jelas Uma.

Elizabeth Feed, Annemich Pas Schrijen dan marielte Mccampbell sangat tertarik dengan sistem minapadi di Desa Mungli Kalitengah. Mereka bertanya "sejak kapan bertani dengan sistem minapadi? dan saat ini siapa yang membina", "Sudah sejak 18 tahun yang lalu dan saat ini didampingi penyuluh pertanian, Pak Darto" jawab Kusno, Petani Mungli.

"Bagaimana keuntungan nya tanam sistem minapadi dibandingkan dengan sistem biasa?, Kalau pupuknya tambah apa berkurang?" Tanya dosen Belanda.
"Hasilnya lebih banyak sistem minapadi dan pupuknya lebih berkurang", jawab Kusno.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalitengah, Sudarto menyampaikan, "saya berharap dengan datangnya 3 Dosen Asing ini, ada kerjasama lebih lanjut untuk pengembangan potensi Pertanian Kecamatan Kalitengah"

Untuk lebih jelasnya liputan kunjungan 3 Dosen belanda, bisa dilihat dalam video berikut:




Kartono(085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Siswa RA Al Amal Belajar Bertani Sejak Dini di KRPL Sumber Mulyo

On Oktober 03, 2019

Siswa RA Al Amal Belajar Bertani Sejak Dini di KRPL Sumber Mulyo

Usaha pertanian saat ini banyak ditinggalkan, terutama kaum muda. Kesan bahwa bertani itu susah, berat, kotor dan rendahan masih terpatri dalam pikiran mereka, sehingga mereka memilih profesi lain selain bertani. Saat ini mayoritas pelaku usaha pertanian di dominasi kaum tua antara 50 sampai 75 tahun.


Dunia pertanian saat ini sangat menjanjikan, di Kecamatan Kalitengah saat ini panen padi bisa mencapai 8-9 ton per Ha, dengan harga per kg nya Rp. 5300 ditaksir per ha lahan mendapatkan hasil sekitar Rp. 42.400.000 sampai Rp. 47.700.000,-, dirata-rata sekitar Rp. 45.000.000,-. Ini panen 1 kali, belum yang tambaknya ya.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pertanian saat ini juga sudah bergerak dengan mengadakan program Petani Milenial, petani zaman now yang mempunyai kemampuan akses teknologi informasi dan pemasaran secara online.  Petani milenial diharapkan mampu menggantikan petani pendahulunya dan menjadikan pertanian lestari berkesinambungan.

Untuk meningkatkan minat bertani sejak dini, Siswa RA Al Amal  Belajar Bertani Sejak Dini di KRPL sumber Mulyo, Kamis (3/10/2019). Kegiatan ini merupakan kerjasama RA Al Amal dengan  KRPL Sumber Mulyo, Tujuannya untuk mengenalkan cara bertani sejak dini pada anak-anak usia PAUD, TKA dan TK B. Sehingga anak-anak kita tahu tahapannya bertani, tahu jerih payah perjuangan petani. Diibaratkan adanya nasi itu tidak kok tiba-tiba ada begitu saja kemudian tinggal makan, tetapi tahu bahwa untuk menjadi nasi memerlukan proses yang panjang, ya perlu ditanam dulu selama 100 hari, dipupuk, disemprot, diairi, disiangi, kemudian dipanen, dijemur, digiling, dimasak baru menjadi Nasi yang ada di meja makan. Jangan dilupakan, ada juga peran ibu yang memasak nasi dengan penuh kasih sayang. Dengan demikian juga akan memberikan pelajaran rasa syukur pada anak-anak  kita.

KRPL sumber Mulyo atau Kawasan Rumah  Pangan Lestari yang berdomisili di Desa Kediren Kecamatan Kalitengah, Lamongan ini adalah salah satu program pemerintah melalui kementerian Pertanian untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran, budidaya ternak dan ikan.

Program ini juga sejalan dengan program pendidikan, bahwa di PAUD ada puncak tema, salah satunya adalah pengenalan tanaman atau belajar menanam.

Sekitar 40 anak RA AL Amal mengikuti bimbingan cara menanam dengan serius dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan kalitengah. Kartono menjelaskan " Anak-anak hari ini kita menanam sayuran Cabe di Polibag ya, terlebih dahulu nanti polibab kita lipat ujungnya sekitar 3 cm, kemudian kita kasih media tanam berupa tanah, kompos dan sekam. setelah itu kita tanami bibit cabe ya...."

"Setelah kita tanami kemudian kita siram dan pelihara, setiap hari kita siram 2 kali sehari pagi dan sore ya. Siap memelihara sayuran di Rumah? Jelas Kartono, " SIAAAAAP", jawab Siswa RA Al Amal dengan semangat.
Kegiatan pengenalan Bertani Sejak Dini ini di akhiri dengan penutupan dan foto bersama. Diantaranya foto bersama di zona Selfi KRPL Sumber Mulyo.

Rangkaian kegiatan pengenalan bertani sejak dini didampingi langsung oleh kader KRPL SUmber Mulyo. anak-anak yang lagi semangat ini diberi polibag satu-satu, kemudian di dimohon mengisi sendiri polibag dengan tangan dan menanam sendiri. ini semua dilakukan agar anak-anak faham cara menanam dan bisa mempraktekkannya. hal ini sesuai dengan prinsip penyuluhan pertanian  " Mendengar maka Lupa, Melihat maka Ingat, Mengerjakan maka akan bisa".

Selain bisa menanam anak-anak juga diberi tanggungjawab untuk memelihara setiap hari dengan cara menyirami 2 kali sehari. selain itu untuk memberi semangat, siapa yang bisa memelihara dengan baik sampai berbuah maka akan mendapat hadiah, apa hadiahnya? tunggu aja tanggal mainnya ya.

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Peringati Hari Tani Nasional, Petani Kalitengah Gelar Panen Raya

On September 24, 2019

Peringati Hari Tani, Petani Kalitengah Gelar Panen Raya


Hari ini petani memperingati hari tani Nasional. Harapannya kesejahteraan petani semakin baik dari tahun ke tahun. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.


Untuk memperingati hari tani Nasional, petani Kalitengah mengelar panen raya di Desa Kuluran. Acara panen dan tasyakuran panen diadakan di Sawah H. Anam, Ketua Gapoktan Tumbuh Desa Kuluran, yang dipanen dengan menggunakan mesin panen (combine harvester).



Acara panen raya ini dilaksanakan secara simbolis  oleh Camat Kalitengah Soejirman Sholeh dengan menjalankan sendiri mesin panen Combine Harvester. Hadir bersama dalam acara ini Muspika Kecamatan Kalitengah lengkap baik sekcam, kasi ekbang, Polsek Koramil, BPP Kecamatan Kalitengah, Kepala Desa Kuluran bersama perangkat, ketua Gapoktan, bersama  dengan Poktan dan anggota.

H. Anam menyampaikan "acara ini sebagai ungkapan rasa syukur  Petani Kuluran khususnya dan  Petani Kalitengah umumnya, Karena hasil panen tahun ini sangatlah baik dan melimpah. Varietas yang saat ini menjadi andalan di Kecamatan Kalitengah adalah Inpari 32, Inpari 42 dan Logawa".

Sudarto, Koordinator BPP Kecamatan Kalitengah menambahkan "panen  tahun ini  tergolong luar biasa.  bagaimana tidak, saat ini petani bisa  panen padi sebesar 8-10 ton/ha GKP, dengan potensi hasil yang biasanya cuma 7 ton/ha".





Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,

Wujudkan PPL Milenial, BBPP Ketindan Adakan Pelatihan Metode Penyuluhan Berbasis data & IT

On Agustus 26, 2019

Wujudkan PPL Milenial, BBPP Ketindan Adakan Pelatihan Metode Penyuluhan Berbasis data & IT

Untuk membangun landasan, memberikan wawasan berfikir secara komprehensif dan meningkatkan profesionalisme bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan akan melaksanakan Pelatihan Metodologi Penyuluhan Berbasis Data dan IT dengan metode Blended Learning, (tertulis dalam website resmi BBPP Ketindan).


Pelatihan Metodologi Penyuluhan Berbasis Data dan IT ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Agustus dengan menjaring peserta melalu pre rest online sampai tanggal 1 September 2019. Karena sistemnya blender learning tanggal 3-8 September 2019 peserta mengikuti pelatihan online, modalnya kuota HP atau WiFi. Dilanjutkan tanggal 9-15 peserta diharapkan bisa mengikuti post test  sebagai salah satu unsur penentuan untuk dipanggil mengikuti pelatihan langsung di Ketindan.

Tercatat dalam data website BBPP Ketindan,  peserta pelatihan sejumlah 150 orang dari seluruh wilayah Indonesia, yang dibagi menjadi 3 kelas A, B dan C. Peserta diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan online dengan menonton video pembelajaran, aktif di group pelatihan untuk mengikuti sesi tanya jawab dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Widyaiswara.

Menurut peserta pelatihan dalam group diskusi, waktu yang diberikan untuk sesi diskusi dan tanya jawab sangat singkat, perlu ditambah. Untuk lebih memperdalam materi panitia memberi kesempatan Peserta bisa langsung komunikasi dengan Widyaiswara.

Materi pelatihan yang diberikan sangat berbobot, diantaranya: penyusunan materi penyuluhan, penyuluhan online dengan Webex, pembuatan selebaran/flyer penyuluhan, pembuatan video penyuluhan dengan Android, pembuatan daftar hadir online, pembuatan quesioner online dan pembuatan blog.

Materi pelatihan sangat cocok untuk era 4.0 ini. Hal dengan ini senada dengan yang disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi mengakui, inovasi teknologi bersama sumberdaya manusia dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi dan daya saing sektor pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian sebagai salah satu elemen penting di sektor pertanian, harus meningkatkan   kemampuan diri dalam Informasi Teknologi (IT) dan penyerapan teknologinya.

“Jadi mau tidak mau atau suka tidak suka, penyuluh harus masuk ke era 4.0 yang kini sudah menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan produktivitas tinggi. Contohnya traktor, sekarang sudah menggunakan internet,” ujar Dedi, di Jakarta, Selasa (17/9).

Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,