Pasar Pangan Murah di Kalitengah dibuka Dirjen Serealia Kementan, 2 Jam Ludes Terjual
Kartono Farmer On April 25, 2022
Bagus Banget Isinya, BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Nggak Baca Rugi! Langsung Download dech!
Kartono Farmer On September 27, 2020
Bagus Banget Isinya, BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Nggak Baca Rugi !
Dikunjungi Pak Camat, Peserta Sekolah Lapang IPDMIP Tambah Semangat
Kartono Farmer On Maret 13, 2020
Jelang Musim Tanam, Petani Kalitengah Adakan Gerdal Hama Tikus
Kartono Farmer On Desember 11, 2019
Jelang Musim Tanam, Petani Kalitengah Adakan Gerdal Hama Tikus
Petani Desa Butungan Kecamatan Kalitengah bersama dengan Pemerintah Desa, Muspika, BPP dan POPT mengadakan gerakan pengendalian (Gerdal) serentak Hama Tikus, Selasa (9/12/2019). Gerdal pengumpanan hama tikus ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan kelompok tani Sumber Bahagia Desa Butungan setiap menjelang musim tanam padi.
Gerakan ini merupakan upaya warga Kalitengah untuk menekan perkembangan tikus, agar hasil panennya bisa maksimal. Sebab saat ini hama tikus masih merajalela. Sebagian petani masih ada yang gagal panen, gara-gara serangan hama tikus.
Kepala Desa Butungan mengatakan "Bapak Ibu adalah Sebagai penyangga ekonomi Desa, Karena Mayoritas Penghasilan masyarakat dari Bertani. Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya peran Kelompok Tani Sumber Bahagia dan petani dalam upaya pengendalian Hama Tikus ini. Ini merupakan langkah awal agar hasil panen di Desa Butungan bisa maksimal".
Petugas Popt Kalitengah, Mastur mengatakan, dalam pengendalian Hama Tikus sebenarnya tidak sulit, yang sulit sebenarnya manusianya. Yang paling penting adalah kebersamaan petani dalam gerakan pengendalian, serta perlu dukungan dari berbagai pihak".
Koordinator BPP Kalitengah, Sudarto dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa gerdal Hama Tikus di Desa Butungan ini merupakan yang pertama di Kecamatan Kalitengah untuk Menjelang musim tanam 2019/2020 ini, selanjutnya akan diikuti gerakan pengendalian Hama Tikus di Desa Dibee, Pengangsalan, Kalitengah, Kediren, Kuluran, Canditunggal dan Sugihwaras. Untuk gerakan pengendalian Hama Tikus ini disediakan sedikit bantuan umpan tikus dari pemerintah, ditambah dengan racun tikus swadaya dari kelompok tani. Harapannya dengan gerakan masal ini hama tikus bisa teratasi.
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,
Diklat Agrobisnis Hortikultura Tingkatkan Kompetensi Penyuluh
Kartono Farmer On November 19, 2019
Diklat Agrobisnis Hortikultura Tingkatkan Kompetensi Penyuluh
Penyuluh merupakan ujung tombak pejuang pangan di Lapangan. Penyuluh Pertanian berinteraksi langsung dengan petani dengan segala permasalahan yang dihadapi petani. Baik sarana produksi pertanian, benih, hama penyakit, sampai pemasaran hasil pertanian. Ketika tanaman petani diserang hama penyakit, Penyuluh pertanian yang dicari petani.
Badan Kepegawaian Lamongan bekerjasama dengan Dinas pertanian Jawa Timur dan BBPP SDM Ketindan mengadakan Diklat Agrobisnis Hortikultura yang dimulai Senin (18/11/2019) sampai Sabtu (23/11/2019) yang bertempat di gedung BKD Kabupaten Lamongan lantai 5.
Diklat ini adalah salah satu upaya pemerintah Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya untuk merancang pembangunan dan pengembangan hortikultura secara berkelanjutan.
Menurut Penanggung jawab Diklat, Nurul Misbach Diklat agrobisnis hortikultura ini diikuti 60 orang penyuluh pertanian dari 27 Kecamatan di Kabupaten Lamongan.
"Dengan Diklat Agrobisnis Hortikultura ini bertujuan agar masyarakat mampu mengelola dan mengembangkan SDM hortikultura secara optimal, bertanggung jawab dan lestari, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, selera estetika dan budaya masyarakat terhadap produk dan jasa hortikultura, meningkatkan produksi, produktivitas, kualitas, nilai tambah, daya daing dan pangsa pasar, menyediakan lapangan kerja dan kesempatan usaha", terang Kepala Badan Diklat BKD Lamongan ini.
Kepada Dinas TPHP Lamongan mengharapkan era industri 4.0 ini Penyuluh pertanian harus bisa menguasai teknologi, harus bisa menjelaskan permasalahan petani secara ilmiah, jangan katanya-katanya"
Dalam kesempatan yang sama Kepada BBPP Ketindan juga menjelaskan tentang kebijakan penyuluhan pertanian tahun 2020-2024, diantaranya menjelaskan tentang Konstra tani yang merupakan gebrakan program Kementan saat ini yang basisnya berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan.
"Bahkan BPP Kecamatan akan dilengkapi saran prasarana nya untuk penyuluhan diantaranya komputer, WiFi dan ditambah lagi dengan Drone. Untuk meningkatkan komoditas pertanian yang berorientasi ekspor.
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,
Dosen Wageningen University Belanda Kunjungi Petani Mungli Terkait Sistem Minapadi
Kartono Farmer On Oktober 16, 2019
Dosen Wageningen University Belanda Kunjungi Petani Mungli Terkait Sistem Minapadi
Desa Mungli patut berbangga diri karena pada Senin(14/10/2019) mendapat kunjungan dari 3 Dosen Wageningen University Belanda bersama dengan Dosen Unibraw Malang, Dosen Unmuh Gresik dan puluhan Mahasiswa Unmuh Gresik.
Menurut Penerjemah yang juga Dosen Unibraw Uma Khumairah menyampaikan, Yang datang ini adalah Dosen dari Wageningen University Belanda yang sedang melaksanakan riset tentang dampak perubahan iklim terhadap pertanian. Salah satu tujuan 3 Dosen dari Belanda ini datang ke Indonesia untuk mengetahui sejauh mana manfaat dan keuntungan dari penerapan sistem minapadi yang diterapkan petani.
"Dosen Belanda ini memang setiap tahun ada program riset diluar negeri selama 4 bulan dan di Danai pemerintahnya. Hasil riset ini akan disampaikan sebagai materi kuliah di Universitas Wageningen Belanda, yang merupakan salah satu Universitas dengan jurusan pertanian terbaik di dunia" jelas Uma.
Elizabeth Feed, Annemich Pas Schrijen dan marielte Mccampbell sangat tertarik dengan sistem minapadi di Desa Mungli Kalitengah. Mereka bertanya "sejak kapan bertani dengan sistem minapadi? dan saat ini siapa yang membina", "Sudah sejak 18 tahun yang lalu dan saat ini didampingi penyuluh pertanian, Pak Darto" jawab Kusno, Petani Mungli.
"Bagaimana keuntungan nya tanam sistem minapadi dibandingkan dengan sistem biasa?, Kalau pupuknya tambah apa berkurang?" Tanya dosen Belanda.
"Hasilnya lebih banyak sistem minapadi dan pupuknya lebih berkurang", jawab Kusno.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalitengah, Sudarto menyampaikan, "saya berharap dengan datangnya 3 Dosen Asing ini, ada kerjasama lebih lanjut untuk pengembangan potensi Pertanian Kecamatan Kalitengah"
Untuk lebih jelasnya liputan kunjungan 3 Dosen belanda, bisa dilihat dalam video berikut:
Kartono(085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,
Siswa RA Al Amal Belajar Bertani Sejak Dini di KRPL Sumber Mulyo
Kartono Farmer On Oktober 03, 2019
Siswa RA Al Amal Belajar Bertani Sejak Dini di KRPL Sumber Mulyo
Usaha pertanian saat ini banyak ditinggalkan, terutama kaum muda. Kesan bahwa bertani itu susah, berat, kotor dan rendahan masih terpatri dalam pikiran mereka, sehingga mereka memilih profesi lain selain bertani. Saat ini mayoritas pelaku usaha pertanian di dominasi kaum tua antara 50 sampai 75 tahun.
Dunia pertanian saat ini sangat menjanjikan, di Kecamatan Kalitengah saat ini panen padi bisa mencapai 8-9 ton per Ha, dengan harga per kg nya Rp. 5300 ditaksir per ha lahan mendapatkan hasil sekitar Rp. 42.400.000 sampai Rp. 47.700.000,-, dirata-rata sekitar Rp. 45.000.000,-. Ini panen 1 kali, belum yang tambaknya ya.
Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pertanian saat ini juga sudah bergerak dengan mengadakan program Petani Milenial, petani zaman now yang mempunyai kemampuan akses teknologi informasi dan pemasaran secara online. Petani milenial diharapkan mampu menggantikan petani pendahulunya dan menjadikan pertanian lestari berkesinambungan.
Untuk meningkatkan minat bertani sejak dini, Siswa RA Al Amal Belajar Bertani Sejak Dini di KRPL sumber Mulyo, Kamis (3/10/2019). Kegiatan ini merupakan kerjasama RA Al Amal dengan KRPL Sumber Mulyo, Tujuannya untuk mengenalkan cara bertani sejak dini pada anak-anak usia PAUD, TKA dan TK B. Sehingga anak-anak kita tahu tahapannya bertani, tahu jerih payah perjuangan petani. Diibaratkan adanya nasi itu tidak kok tiba-tiba ada begitu saja kemudian tinggal makan, tetapi tahu bahwa untuk menjadi nasi memerlukan proses yang panjang, ya perlu ditanam dulu selama 100 hari, dipupuk, disemprot, diairi, disiangi, kemudian dipanen, dijemur, digiling, dimasak baru menjadi Nasi yang ada di meja makan. Jangan dilupakan, ada juga peran ibu yang memasak nasi dengan penuh kasih sayang. Dengan demikian juga akan memberikan pelajaran rasa syukur pada anak-anak kita.
KRPL sumber Mulyo atau Kawasan Rumah Pangan Lestari yang berdomisili di Desa Kediren Kecamatan Kalitengah, Lamongan ini adalah salah satu program pemerintah melalui kementerian Pertanian untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran, budidaya ternak dan ikan.
Program ini juga sejalan dengan program pendidikan, bahwa di PAUD ada puncak tema, salah satunya adalah pengenalan tanaman atau belajar menanam.
Sekitar 40 anak RA AL Amal mengikuti bimbingan cara menanam dengan serius dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan kalitengah. Kartono menjelaskan " Anak-anak hari ini kita menanam sayuran Cabe di Polibag ya, terlebih dahulu nanti polibab kita lipat ujungnya sekitar 3 cm, kemudian kita kasih media tanam berupa tanah, kompos dan sekam. setelah itu kita tanami bibit cabe ya...."
"Setelah kita tanami kemudian kita siram dan pelihara, setiap hari kita siram 2 kali sehari pagi dan sore ya. Siap memelihara sayuran di Rumah? Jelas Kartono, " SIAAAAAP", jawab Siswa RA Al Amal dengan semangat.
Kegiatan pengenalan Bertani Sejak Dini ini di akhiri dengan penutupan dan foto bersama. Diantaranya foto bersama di zona Selfi KRPL Sumber Mulyo.
Rangkaian kegiatan pengenalan bertani sejak dini didampingi langsung oleh kader KRPL SUmber Mulyo. anak-anak yang lagi semangat ini diberi polibag satu-satu, kemudian di dimohon mengisi sendiri polibag dengan tangan dan menanam sendiri. ini semua dilakukan agar anak-anak faham cara menanam dan bisa mempraktekkannya. hal ini sesuai dengan prinsip penyuluhan pertanian " Mendengar maka Lupa, Melihat maka Ingat, Mengerjakan maka akan bisa".
Selain bisa menanam anak-anak juga diberi tanggungjawab untuk memelihara setiap hari dengan cara menyirami 2 kali sehari. selain itu untuk memberi semangat, siapa yang bisa memelihara dengan baik sampai berbuah maka akan mendapat hadiah, apa hadiahnya? tunggu aja tanggal mainnya ya.
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,
Peringati Hari Tani Nasional, Petani Kalitengah Gelar Panen Raya
Kartono Farmer On September 24, 2019
Peringati Hari Tani, Petani Kalitengah Gelar Panen Raya
Hari ini petani memperingati hari tani Nasional. Harapannya kesejahteraan petani semakin baik dari tahun ke tahun. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Untuk memperingati hari tani Nasional, petani Kalitengah mengelar panen raya di Desa Kuluran. Acara panen dan tasyakuran panen diadakan di Sawah H. Anam, Ketua Gapoktan Tumbuh Desa Kuluran, yang dipanen dengan menggunakan mesin panen (combine harvester).
Acara panen raya ini dilaksanakan secara simbolis oleh Camat Kalitengah Soejirman Sholeh dengan menjalankan sendiri mesin panen Combine Harvester. Hadir bersama dalam acara ini Muspika Kecamatan Kalitengah lengkap baik sekcam, kasi ekbang, Polsek Koramil, BPP Kecamatan Kalitengah, Kepala Desa Kuluran bersama perangkat, ketua Gapoktan, bersama dengan Poktan dan anggota.
H. Anam menyampaikan "acara ini sebagai ungkapan rasa syukur Petani Kuluran khususnya dan Petani Kalitengah umumnya, Karena hasil panen tahun ini sangatlah baik dan melimpah. Varietas yang saat ini menjadi andalan di Kecamatan Kalitengah adalah Inpari 32, Inpari 42 dan Logawa".
Sudarto, Koordinator BPP Kecamatan Kalitengah menambahkan "panen tahun ini tergolong luar biasa. bagaimana tidak, saat ini petani bisa panen padi sebesar 8-10 ton/ha GKP, dengan potensi hasil yang biasanya cuma 7 ton/ha".
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,
Wujudkan PPL Milenial, BBPP Ketindan Adakan Pelatihan Metode Penyuluhan Berbasis data & IT
Kartono Farmer On Agustus 26, 2019
Wujudkan PPL Milenial, BBPP Ketindan Adakan Pelatihan Metode Penyuluhan Berbasis data & IT
Untuk membangun landasan, memberikan wawasan berfikir secara komprehensif dan meningkatkan profesionalisme bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan akan melaksanakan Pelatihan Metodologi Penyuluhan Berbasis Data dan IT dengan metode Blended Learning, (tertulis dalam website resmi BBPP Ketindan).
Pelatihan Metodologi Penyuluhan Berbasis Data dan IT ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Agustus dengan menjaring peserta melalu pre rest online sampai tanggal 1 September 2019. Karena sistemnya blender learning tanggal 3-8 September 2019 peserta mengikuti pelatihan online, modalnya kuota HP atau WiFi. Dilanjutkan tanggal 9-15 peserta diharapkan bisa mengikuti post test sebagai salah satu unsur penentuan untuk dipanggil mengikuti pelatihan langsung di Ketindan.
Tercatat dalam data website BBPP Ketindan, peserta pelatihan sejumlah 150 orang dari seluruh wilayah Indonesia, yang dibagi menjadi 3 kelas A, B dan C. Peserta diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan online dengan menonton video pembelajaran, aktif di group pelatihan untuk mengikuti sesi tanya jawab dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Widyaiswara.
Menurut peserta pelatihan dalam group diskusi, waktu yang diberikan untuk sesi diskusi dan tanya jawab sangat singkat, perlu ditambah. Untuk lebih memperdalam materi panitia memberi kesempatan Peserta bisa langsung komunikasi dengan Widyaiswara.
Materi pelatihan yang diberikan sangat berbobot, diantaranya: penyusunan materi penyuluhan, penyuluhan online dengan Webex, pembuatan selebaran/flyer penyuluhan, pembuatan video penyuluhan dengan Android, pembuatan daftar hadir online, pembuatan quesioner online dan pembuatan blog.
Materi pelatihan sangat cocok untuk era 4.0 ini. Hal dengan ini senada dengan yang disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi mengakui, inovasi teknologi bersama sumberdaya manusia dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi dan daya saing sektor pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian sebagai salah satu elemen penting di sektor pertanian, harus meningkatkan kemampuan diri dalam Informasi Teknologi (IT) dan penyerapan teknologinya.
“Jadi mau tidak mau atau suka tidak suka, penyuluh harus masuk ke era 4.0 yang kini sudah menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan produktivitas tinggi. Contohnya traktor, sekarang sudah menggunakan internet,” ujar Dedi, di Jakarta, Selasa (17/9).
Kartono (085745135415): PPL Kec. Kalitengah Kab. Lamongan,
























